Posted by: stoepidcoepid | August 21, 2009

DirenggutNYA dan Direbutnya

Saya ingin memberikan sedikit pandangan mengenai hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesamanya, yang akan saya coba jelaskan dalam bentuk contoh kasus secara gamblang.

Kasus #1

Ada seorang wanita yang mempunyai suami seorang tentara. Mereka baru menikah selama setahun dan saat ini sang istri sedang hamil. Karena suaminya berprofesi sebagai tentara, ia kerap pergi bertugas di luar kota dan hanya kembali ke rumah setiap beberapa bulan sekali. Pada suatu hari, sang istri mendapat kabar bahwa suaminya telah gugur di medan perang, karena terkena tembakan dan nyawanya tidak dapat terselamatkan.

Pada titik ini, ada dua kemungkinan reaksi dari sang istri:

  1. Terkejut, sedih, sempat kecewa tetapi kemudian ikhlas dan menerima kenyataan bahwa suaminya telah direnggut oleh Tuhan; atau
  2. Terkejut, sedih, sangat kecewa sehingga menyalahkan bahkan mengutuk Tuhan karena memberi cobaan yang begitu berat.

Kasus #2

A (laki-laki) bersahabat dengan dua orang perempuan, bernama B dan C. Mereka bertiga bersahabat karib semasa SMA. Seiring dengan berjalannya waktu, A sempat berpacaran dengan B, tetapi kemudian berpisah setelah lulus SMA.

Lima tahun kemudian, A ternyata berpacaran dengan C, yang kemudian berujung pada pernikahan. Setelah mereka berkeluarga, A sering bertemu dengan B, sahabat sekaligus mantan pacarnya. Karena faktor CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali), A akhirnya berselingkuh dengan B, tanpa sepengetahuan C, istrinya. Hubungan gelap ini sempat berjalan selama beberapa bulan sebelum A dan B tertangkap basah oleh C.

Tentu kita dapat membayangkan reaksi C sebagai seorang istri, ketika suaminya tercinta “direbut” oleh A, yang notabene adalah sahabatnya. Istilahnya, “makan teman”. Perasaan sedih, marah, dan benci mungkin bercampur jadi satu, dan yang jelas C pasti sulit untuk memaafkan suaminya, apalagi sahabatnya.

Dari kedua contoh kasus di atas, maka pertanyaan yang dapat disimpulkan adalah:

Mengapa jika orang yang kita kasihi direnggutNYA (Tuhan) kita dapat mengikhlaskannya, sementara jika orang yang kita kasihi direbutnya (orang lain), kita cenderung sulit untuk memaafkan bahkan mengikhlaskannya?

Jawabannya saya serahkan kepada pandangan anda masing-masing. =)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.